Betun Malaka
BeritAnda - Hujan yang turun dalam sepekan terakhir di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Malaka, kembali menimbulkan bencana. Sebanyak 5 (lima) desa di wilayah Kecamatan Malaka Barat, Sabtu (25/5/2013) sekitar pukul 16.00 Wita terendam banjir akibat jebolnya tanggul penahan karena derasnya air yang meluap dari sungai Benenain. Adapun kelima desa itu diantaranya yakni, Desa Rabasa Hain, Desa Sikun, Desa Umatoos, Desa Fafoe dan Desa Oan Mane.
Kepala Desa Rabasa Hain, Samson Seran Bria ketika dihubungi BeritAnda.com, Minggu (26/5/2013), membenarkan wilayah Desa Rabasa Hain terendam banjir dengan ketinggian airnya sekitar satu setengah meter. “Rumah warga yang standar semuanya direndam banjir, yang tidak terendam banjir hanya rumah-rumah panggung,” ungkapnya. Menurut Samson, wilayah Desa Rabasa Hain yang pemukiman warga terendam banjir seluruhnya di Dusun Rabasa Namon sekitar 307 kepala keluarga, sementara itu ada sebagian di Dusun Loofoun dan Dusun Nularan.
“Di Dusun Rabasa Namon itu semua rumah yang terendam ada 68, yang ada di Dusun Loofoun ada sekitar 15 buah rumah,” urai Samson. Dijelaskan bahwa banjir itu diakibatkan oleh banjir kiriman dari Kabupaten TTS dan hujan yang turun terus menerus dalam sepekan terkahir ini. Selain itu, timbulnya banjir diakibatkan karena jebolnya tanggul yang belum diperbaki hingga saat ini, pasca bencana banjir kali lalu.
“Sisa air kiriman banjir dari bulan Desember lalu itu masih ada dan ditambah dengan hujan yang turun dalam seminggu ini, makanya debit air besar sehingga jadi banjir,” ucapnya.
Selain merendam Desa Rabasa Hain, kata Samson, banjir juga telah merendam beberapa desa-desa tetangga lainnya. Sampai dengan pukul 12.00 Wita, debit air masih tetap dan belum ada tanda-tanda banjir akan redah. “Desa-desa tetangga seperti Desa Sikun, Desa Umatoos, Desa Fafoe dan Desa Oan Mane juga terendam banjir semua,” ujar Samson.
Ditambahkan bahwa, saat ini dirinya beserta aparat desa dibantu warga lainnya sedang melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak dalam rumah. Tidak ada korban jiwa dan semua warga di dua dusun tersebut seluruhnya dipindahkan ke rumah-rumah milik warga atau sanak keluarga.
“Situasi masih aman, tidak ada warga yang jadi korban. Kita hanya pindahkan warga yang dikedalaman ke rumah panggung, tapi kita juga antisipasi jika hujannya kembali turun maka warga akan diungsikan ke lokasi yang lebih aman,” kata Samson.

Sumber : http://beritanda.com