Betun Malaka
Bagi masyarakat Betun dan Besikama daerah selatan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur kehadiran Bendungan Benenain menjadi sebuah penantian lama yang akhirnya tercapai. Pasalnya selama puluhan tahun, bahkan ratusan tahun daerah Betun dan Besikama hampir tiap tahunnya dilanda banjir. Inilah Bendungan Benenain di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Bendungan terbesar di NTT yang dibangun dengan dana 59 milyar rupiah, ini bagi masyarakat 9 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Belu merupakan obat mujarab, sebagai penangkal banjir yang selama ini kerap melanda setiap tahunnya.
Bendungan yang dibangun pada tahun 2005 dengan dana APBN tersebut, pada tahun ini rampung dengan infrastruktur pendukung berupa saluran irigasi sepanjang 180 kilometer, yang mampu mengairi 15 ribu hektar lahan produktif di wilayah tersebut. Dimana 10 ribu hektarnya adalah lahan basah. Untuk tahap pertama ini pembangunan daerah irigasi Malaka sudah mampu mengairi sebanyak 6000 hektar lahan basah di 5 kecamatan.
Bagi masyarakat daerah Malaka, kehadiran bendungan ini selain mampu menanggulangi persoalan banjir setiap tahunnya, pemanfaatan daerah irigasi ini mampu digunakan untuk mengolah lahan pertanian yang ada. Bayangkan saja, dalam setahun musim masyarakat mampu melakukan panen sebanyak 3 kali, selain beras dan jagung, potensi hasil pertanian yang menjadi unggulan daerah ini adalah kelapa, kacang, pisang dan ubi kayu serta tebu.
Untuk mengolah lahan pertanian dan penanggulangan persoalan banjir, bendungan Benenain ini dapat dikembangkan menjadi daerah pariwisata, sebab lokasinya yang berada diketinggian dengan sudut pandang yang sangat menarik menuju areal sawah di daratan Besikama.
Bendung Benanain berkapasitas 13 m3/detik yang berada di Desa Kakaniuk-Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur telah selesai dibangun.

Sumber : http://www.sailkomodo2013.nttprov.go.id