bbm-malaka
Oknum Anggota TNI   Yonif 744/SYB, Kompi D dan E diduga kuat bertindak sebagai otak pengoplosan BBM di SPBU Malaka Tengah. Selain oknum anggota TNI tersebut, kegiatan pengoplosan BBM itu melibatkan petugas SPBU, Pengawas SPBU, dan anak-anak perbatasan. Anak-anak dari perbatasan di peralat oknum anggota TNI  untuk mengepul minyak di SPBU dengan menggunakan sepeda motor, di mana tangkinya sudah dirakit ulang, sehingga memiliki daya tampung yang cukup banyak.
Selain menggunakan jasa sepeda motor tangki rakitan, oknum TNI itu mengantri dengan jerigen dan mobil roda empat. Akibatnya, dalam waktu tidak lebih dari tiga jam, minyak yang didrop ke SPBU ludes. Hal itu terlihat dalam kegiatan pengisian BBM di SPBU Sukabi di Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, beberapa waktu lalu.
Tokoh Pemuda Malaka Yance Berek membenarkan, bahwa dirinya  menyaksikan kegiatan pengoplosan minyak yang dilakukan para spekulan minyak. “Ini bukan berita baru. Tiap hari juga kami lihat oknum anggota TNI keluar masuk SPBU untuk mengisi BBM tanpa ditegur petugas. Anehnya, petugas di SPBU melayani mereka semuanya tanpa beban. Kita lihat ada semacam konspirasi antara petugas dan pengawas SPBU 05 Sukabi, karena mereka mau melayani pembelian dengan sepeda motor dengan tangki rakitan serta jergen yang tidak dilengkapi dokumen dari pemerintah,” ungkap Yance.
Karena itu Yance meminta petinggi-petinggi TNI, menertibkan anak buahnya yang suka mengoplos minyak di SPBU, karena kegiatan ini merugikan masyarakat. 
Kapolsek Betun Niko Darutama mengatakan, pihaknya selama ini telah melakukan pengaman di SPBU dan menertibkan para pengoplos yang menggunakan jerigen tanpa dilengkapi izin. Menurutnya, untuk menciptakan ketertiban dalam pengambilan BBM di SPBU, perlu ada rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan semua pihak. Sehingga pada saat pengamanan di lapangan tidak terjadi benturan-benturan antar institusi.
“Kita harapkan pemerintah Kabupaten Malaka bisa memfasilitasi rapat koordinasi dengan semua instansi dalam waktu dekat, sehingga dalam melaksanakan tugas pengamanan di lapangan ada pemahaman yang sama,” harap Niko.
Penjabat Bupati Malaka Herman Nai Ulu, menyambut baik usulan Kapolsek Betun. Menurut dia, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi lintas instansi setelah semua SKPD lengkap di Malaka.
Pengawas SPBU 05 Sukabi-Desa Kamanasa Adi Bire Doko, ketika dikonfirmasi hanya diam saja dan enggan memberikan keterangan.

Sumber: www.victorynews-media.com