banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur mengklaim banjir yang kembali merendam sembilan desa di Kecamatan Malaka Barat, NTT saat ini sudah surut. 
Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus mengatakan, banjir sebelumnya terjadi karena jebolnya tanggul penahan luapan air Sungai Benenain. Pemerintah setempat belum bisa memperbaiki tanggul karena terkendala biaya.
"Kita sedang upaya buat perencanaannya, tapi kan butuh dana besar sekitar Rp4-5 triliun kalau mau hindari itu banjir. Bantuan darurat ada, dalam arti untuk menahan sedikit tanggul yang jebol. Tapi kemudian harus ada surat pernyataan dari kepala desa dan camat bahwa kalau sudah dibuat tanggul penahan di titik rawan itu masyarakat jangan merusak lagi," jelas Tini kepada KBR68H, Minggu (16/6).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus menambahkan, sejak Januari hingga Juni tahun ini daerah Malaka Barat sudah berkali-kali diterjang banjir karena jebolnya tanggul Sungai Benenain. Banjir ini setidaknya sempat merendam sekitar 1000 rumah warga di daerah tersebut.

Sumber : http://www.portalkbr.com