benenain

Betun, Kepala Balai Wilayah Sungai II Nusa Tenggara, Charisal A.Manu mengatakan, untuk mengatasi banjir dan meluapnya Sungai Benanain di Kabupaten Malaka, NTT  perlu dibangun tanggul permanen sepanjang 42 kilo meter dengan tinggi tanggul antara 4 – 5  meter.
“Untuk membangun tanggaul itu, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Hitungan kami, dibutuhkan dana sebesar Rp 400 miliar,” kata Manu di Kupang, Senin (24/6)
Menurutnya, tanggul tanah yang ada saat ini tidak bisa mengatasi meluapnya sungai karena bisa jebol, apalagi jika terjadi hujan dengan intesitas tinggi di daerah hulu.
Dia mengatakan, Balai Wilayah Sungai II Nusa Tenggara telah mengirimkan  1500 lembar geo bag  dan 500 lembar besi bronjong, untuk menangani banjir di wilayah Kabupaten Malaka, menyusul  jebolnya tanggul penahan banjir Sungai Benanain akhir pekan lalu.
Kata dia, pengiriman geo bag dan besi bronjong itu hanya untuk penanganan darurat kebencanaan, sekaligus mengatisipasi jika terjadi banjir susulan. Asal saja, masyarakat setempat tidak lagi menjebol tanggul yang sudah ditambal dengan geo bag.
“Sampai sekarang ini penanganan bajir di Malaka bersifat darurat dan secara parsial sehingga tidak menuntaskan persoalan. Tidak heran, jika setiap tahun wilayah tersebut mejadi daerah langganan banjir.
Dia menambahkan, untuk penanganan banjir Benanain, perlu dibahas secara komprehensif baik oleh pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah tiga kabupaten yakni Kabupaten Malaka, Timor Tengah  Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara. Pasalnya, Malaka lebih banyak mendapat banjir kiriman dari dua kabupaten tetangga.

Sumber: moral-politik.com