jembatan-besikama

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),Tini Thadeus, mengatakan pihaknya  telah berkoordinasi dengan dinas sosial setempat untuk mendistrubusikan bantuan bagi korban bencana banjir di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) guna meringankan beban masyarakat setempat.
“Bantuan yang segera dikirim ke lokasi bencana adalah permakanan seperti beras, mie instan dan ikan kaleng dan tenda, jika ada warga yang sempat mengungsi,” kta Tini di Kupang, Minggu (23/6).
Menurutnya, BPBD NTT mendapat laporan dan permintaan resmi dari pemerintah dua kabupaten itu, untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana alam. Dengan begitu, bantuan sudah bisa dikirim termasuk staf yang akan mendata kerugian akibat musibah tersebut,” katanya.
Dia mengatakan, daerah yang mendapat perhatian khusus adalah Kabupaten Malaka. Selain sebagai daerah otonomi baru, daerah tersebut belum miliki SKPD yang khusus menangani masalah bencana, baik dinas sosial maupun BPBD. Sedangkan Kabupaten TTS secara institusi sangat siap.
“Pemerintah Kabupaten Malaka, tidak mungkin meminta bantuan kepada Kabupaten Belu, yang adalah kabupaten induk sebelum daerah itu resmi disapih menjadi daerah otonomi baru,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Kabupaten Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dalam dua hari terakhir dilanda banjir, menyusul tingginya curah hujan dalam tiga hari terakhir.
Di Kabupaten Malaka ada sembilan desa di Kecamatan Malaka Barat terendam banjir akibat luapan Sungai Benenain. Kesembilan desa yang terendam banjir itu adalah Desa Lasaen, Fafoe, Umatoos, Rabasa Hain, Sikun, Oan Mane, motaulun, Umalor, dan Moatain , dengan ketinggian air mencapai satu meter.
Sedangkan di Kabupaten TTS, banjir melanda lima desa di dua kecamatan yakni Desa Bena dan Oebelo di Kecamatan Amanuban Selatan, dan tiga desa lainnya di Kecamatan Kualin yang berbatasan dengan Amanuban Selatan yakni Kiufatu, Toineke dan Tuafanu. Banjir terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak Kamis (19/6) malam yang mengakibatkan meluapnya Sungai Noemuke.

Sumber: moral-politik.com