malaka
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu dinilai kurang peduli terhadap korban banjir bandang Benenain yang melanda Malaka Barat, akhir pekan lalu. Seharusnya, Pemkab Belu lebih responsif membantu warga Malaka Barat, karena selama ini mereka cukup berpengalaman menangani dan membantu korban banjir di wilayah Malaka Barat.
Kalau mereka diam saja, sama dengan  seorang ibu yang menelantarkan bayinya sendiri dan bisa dianggap sebagai ibu yang kurang bertanggung jawab.
Salah satu tokoh masyarakat Malaka Benediktus Bere di Besikama, Malaka Barat, mengemukakan, walau pun sudah berulang kali terjadi banjir bandang di wilayah ini, namun belum ada satu pun solusi parmenen yang diterapkan Pemkab Belu. Padahal, peristiwa ini bukan satu dua kali saja terjadi tapi sudah berulang-ulang kali.
Dengan berdirinya Malaka sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), bukan berarti Pemkab Belu sebagai kabupaten induk, lepas tangan dan tidak mempedulikan masyarakat yang tertimpa bencana. Apalagi, DOB Malaka belum memiliki perangkat pemerintahan yang bisa merespons kejadian darurat yang terjadi di masyarakat.
Ketua Biti Bot Malaka Edmundus Klau Pedka sangat menyayangkan sikap Pemkab Belu. Menurut dia, seharusnya Pemkab Belu lebih proaktif untuk membantu warga Malaka, karena secara de fakto Malaka belum sepenuhnya lepas dari Belu. “Ini bukan masalah prosedur administrasi, yang harus diperdebatkan. Tetapi tanggung jawab moral kabupaten induk terhadap kabupaten yang baru dimekarkan. Apalagi ini merupakan persoalan kemanusiaan sehingga, siapa pun berkewajiban moral untuk membantu termasuk Pemkab Belu,” tegas Edmundus.
Penjabat Bupati Malaka Herman Nai Ulu mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan persoalan ini kepada Pemkab Belu melalui Sekda Belu.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Pemkab Belu sebagai kabupaten induk dan sudah menyampaikan kepada Pemprov NTT terkait banjir bandang Benenain di wilayah Kecamatan Malaka Barat,” ungkap Herman.

Sumber: http://www.victorynews-media.com