banjir-benenain

Betun, Menyusul banjir Benanain yang terjadi dua pekan terakhir ini, berbagai elemen masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka, segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak sepanjang Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman menuju Desa Oan Manen, Kecamatan Malaka Barat.
Bukan hanya perbaiki saluran irigasi, tapi Pemkab Malaka diharapkan bisa membangun tanggul yang kokoh dan kuat, supaya bisa menahan luapan air dari Sungai Benanain dan Kali Motadelek.
Ketua Forum Peduli Masyarakat Malaka Fransiskus Bria, Senin (24/6) mengemukakan, pemerintah seharusnya bisa memformulasikan solusi permanen mengatasi banjir di Kabupaten Malaka. Karena banjir Benanain bukan baru pertama kali terjadi, dan tidak bisa dikategorikan sebagai bencana alam.
“Saya heran, karena selama ini pemerintah tak berdaya mengatasi persoalan banjir bandang Benenain, seolah-olah banjir ini peristiwa tahunan yang harus diterima bersih warga,” ungkap Fransiskus.
Ketua Biti Bot Malaka Edmundus Klau Pedka mengemukakan, upaya konkret yang harus segera dilakukan pemerintah adalah memperbaiki saluran irigasi yang rusak sejak tahun 2011 lalu. Bencana ini terjadi karena, saluran irigasi yang jebol belum diperbaiki pemerintah. Kalau pemerintah sudah bangun tanggul permanen dan jebol baru pemerintah komentar. Sekarang belum bangun sudah komentar.
Tokoh Pemuda Malaka Petrus Manek Nahak berharap, dalam jangka menegah dan panjang, harus bisa membangun tanggul permanen, sehingga menyelamatkan warga di Kecamatan Malaka Barat.
PPK BWS Wilayah II Nusra Pahlawan Perang mengatakan, selama ini pihaknya berupaya memperbaiki saluran irigasi yang jebol di Malaka Barat. Namun demikian, dia berharap dan meminta komitmen masyarakat dalam mengatasi persoalan ini. Apalagi pihaknya masih menunggu surat permintaan dari Pemkab Malaka, supaya bisa diajukan ke Pusat guna mendapat bantuan dana menagani persoalan saluran irigasi maupun rencana pembangunan tanggul permanen.
“Kita tetap berupaya untuk membangun saluran irigasi yang rusak, tetapi kita juga meminta komitmen masyarakat supaya menjaga dan tidak merusak saluran irigasi yang dibangun,” ungkap Pahlawan.

Sumber: www.victorynews-media.com