banjir-malaka
Aktifitas Warga Malaka Saat Banjir
Bencana banjir kali ini di Kabupaten baru, bernama Malaka, kabupaten yang belum seumur jagung otonomi karena ditetaskan oleh kabupaten induknya, Belu, adalah lain dari yang lain.
Pasalnya, banjir yang kerapkali terjadi setiap tahun hanyalah muntahan air dari Kali Benanain yang lebarnya sekitar 75 meter itu.
Tak sampai 4 hari air yang dimuntahkan keluar hingga ke pekarangan masyarakat telah kering, juga tak ada korban jiwa; harta benda tak seberapa banyaknya.
Kali ini bak alam sedang murka. Perkiraan awal, muntahan banjir itu datang dari Kali Benanain, sehingga masyarakat pun tak berpikir jauh.
Ternyata, dalam ketidaktahuan, luapan banjir datang lagi dari 2 titik, yaitu dari titik Gunung Mutis yang mengalir ke Kali Benanain di Besikama, dan dari Bukit Kateri mengalir ke Betun.
Mengapa Betun yang jarang diterpa banjir kini merasakannya, sama seperti saudara-saudaranya di Besikama? Agus, seorang warga masyarakat Betun berujar ketika ditanya melalui SMS, “Ya, baru kali ini Betun kena banjir. Ini karena hutan Kateri sudah gundul makanya banjir!”
Agus melanjutkan ketika ditanya penyebab hutan Kateri telah gundul, “Itu terjadi pada tahun 1999 ketika terjadi eksodus warga Timor Timur ke Timor Barat!”
Yaaaaa, semua telah terjadi. Ini sebuah kejutan, sekaligus sebuah pembelajaran bermanfaat untuk makin cinta lingkungan hidup, dan bagi pemimpin daerah lebih melayani masyarakatnya dengan hati nurani, serta hentikanlah konflik Pilkada demi sebuah harga diri pribadi, keluarga, dan partai politik pengusung.

Sumber: moral-politik.com