banjir-betun

Naas nyaris saja dialami oleh 2 orang Staf Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Belu, dan seorang Wartawan dari Atambua. Pasalnya, mereka berjuang keras untuk selamatkan masyarakat dengan menggunakan perahu di tengah-tengah banjir yang menggila.
Lepas dari itu, suasana memilukan sungguh masih terjadi hingga detik ini. Masyarakat yang mengungsi masih berteriak karena lapar dan haus, sedangkan mereka pun tak tahu siapa lagi yang harus menolongnya.
“Listrik dari PLN dipadamkan sehingga membuat suasana semakin gelap dan terjadilah keributan yang sangat tidak baik,” lapor Felix, Wartawan Moral-politik.com dari lokasi bencana.
Felix yang terjun langsung ke lokasi bencana atas inisiatinya sendiri bersama-sama dengan Tim PMI dan sejumlah Wartawan dari Kabupaten induk, yakni Kabupaten Belu menambahkan, Tidak adanya MCK mengakibatkan sebagian anak-anak telah terserang penyakit yang mewabah.
“Stock obat pun sudah berkurang!” pungkasnya.

Sumber: moral-politik.com