Kepala BPBD Kabupaten Belu, Frederik Andrada
Kepala BPBD Kabupaten Belu, Frederik Andrada
Malaka, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, Frederik Andrada, ketika ditemui  di ruang kerjanya, Senin (24/6) menuturkan, bantuan dari Pemerintah Belu berupa logistik dan kebutuhan lainnya sudah disalurkan pada Sabtu (22/6) kemarin ke lokasi bencana banjir di Kabupaten Malaka.
“Kita sudah berikan bantuan pada Sabtu kemarin. Itu bantuan berupa 20 jerigen, 1 buah mesin tempel 30 PK, terpal 2 buah, tikar 16 buah, kompor masak 10 buah, mie instant 5 paket, lauk pauk jadi 6 paket, lauk pauk jumbo 6 paket. Itu saja yang barusan kita berikan bantuan. Karena kami punya stok terbatas. Sisa stok yang ada itu 10 persen,” tuturnya jujur.
Dikatakannya, bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT sudah di antar ke lokasi bencana, namun terhambat di Desa Kleseleon karena arus air yang masih deras dan hujan.
“Kami waktu antar bantuan dari Provinsi NTT ke lokasi bencana banjir, kami terhambat di Kleseleon karena arus air yang besar, air banjir makin tinggi dan kami agak kewalahan. Sehingga di saat itu, Kleseleon dan beberapa desa tidak kami antar bantaun ke sana karena cuaca yang tidak baik,” tutupnya, menjelaskan.
“Bencana Benanain itu karena disebabkan karena kemarau basah akibat dari meletusnya gunung berapi Rokatenda di Ende beberapa waktu lalu. Ini prediksi yang kami terima dari Badan Meterologi dan Geofisika (BMG). Dan perkirakan kemarau basah ini sampai bulan Agustus atau Oktober. Berarti selama beberapa bulan ke depan ini, bencana banjir masih terus terjadi. Sehingga kita Pemda Belu masih terus pantau dan berikan bantuan,” ungkapnya.
Menurutnya, jika warga masyarakat di Kabupaten Malaka tidak segera direlokasi, maka akan terus berjatuhan korban jiwa dan kehilangan harta benda lainnya.
“Waktu itu, sebelum Malaka resmi jadi Daerah Otonomi Baru, Pemerintah Belu melalui Bupati Lopez, sudah minta untuk segera dilakukan relokasi warga ke tempat yang lain. Tapi warga masyarakat tidak mau direlokasi. Ini kendala besar. Kalau seperti ini terus, maka setiap tahun anggaran akan terus keluar hanya untuk korban banjir. Masih ada urusan lain yang harus diselesaikan Pemda Belu. Bukan hanya mau urus bencana banjir saja,” keluhnya.

Sumber: moral-politik.com