tanggul
Ilustrasi
Betun, Untuk mengatasi masalah banjir di Kecamatan Malaka Barat dan Kecamatan Weliman, Nusa Tenggara Timur (NTT), dibutuhkan pembangunan tanggul sepanjang 1.480 meter. Tanggul ini untuk menghadang air banjir agar mengalir ke jalur asli, yakni Sungai Benanain. Panjang tanggul hampir 1,5 kilometer itu tersebar di lima titik.
Camat Malaka Barat Ansel Nahak, di Betun, Malaka Barat, sekitar 380 kilometer arah timur Kota Kupang, Senin (1/7), mengatakan, banjir Benanain hingga kini masih menghantui warga. Saat ini, 318 keluarga masih mengungsi di gedung sekolah dan kantor camat. Akan tetapi, warga yang rumahnya tidak tergenang air banjir sudah kembali ke rumah.
Ketika terjadi hujan deras selama 2-3 hari terakhir, banjir menyerap dengan ketinggian sampai 2,5 meter. Jalur banjir tersebar di lima titik, seperti membentuk sebuah danau di tengah permukinam penduduk. Sebanyak 12 desa di dua kecamatan itu pun tergenang air banjir.
Gubernur NTT Frans Lebu Raya, di NTT, seperti dilansir dalam Harian Kompas mengungkapkan, untuk mengatasi hal tersebut, tidak hanya upaya pembangunan tanggul, tetapi juga harus ada kesepakatan bersama untuk tidak menebang pohon dan membakar lahan. Perlu disepakati juga penanaman kembali pohon di bagian hulu, yakni kawasan Gunung Mutis dan sekitarnya.

Sumber: energitoday.com