Banjir Benanain Masalah Akut

Betun - Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Sarah Lery Mboeik mengungkapkan, bencana banjir yang terjadi setiap tahun bahkan hampir setiap bulan di Kabupaten Malaka cukup memprihatinkan. Disinyalir akibat pendekatan managemen pembangunan salah urus dengan mengandalkan pendekatan yang sektoral dan mengabaikan pendekatan berbasis Ekosistim Pulau.
Sangat disayangkan kesalahan pembangunan yang terjadi dari tahun ke tahun tapi pemerintah tidak berani membuat inovasi ataupun kreasi managemen lingkungan. Sehingga dapat mengatasi bahaya banjir bagi masyarakat Malaka di muara dalam kacamata Daerah Aliran Sungai Pulau Timor. Ini akan menyulitkan dan membebani Pemkab Belu yang merupakan kabupaten induk dan menambah beban baru yang akan berkepanjangan bagi daerah Pemekaran ini.
“Sangat memprihatinkan kalau melihat fenomena banjir yang terjadi setiap tahun. Masyarakat Malaka selalu saja siaga karena tak ada hujan dan angin, banjir datang dan mengepung mereka. Anak-anak sekolah terpaksa harus diliburkan, kalaupun diminta masuk sekolah agendanya adalah membersihkan lumpur dalam ruang kelas yang bisa setinggi 30-50 cm,” kata Lery.
Menurut Lery, Kabupaten Malaka yang berbatasan langsung dengan Timor Leste bagian Selatan tersebut akan terus mengalami banjir setiap saat, jika terjadi hujan di Kabupaten TTS yang merupakan hulu dari DAS yang ada jika tak ada perubahan pembangunan dengan prespektif lingkungan dan ekosistim yang seimbang.
Bantu Korban
Sebagai anggota DPRD RI Lery menyerahkan bantuan kemanusiaan dari para anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi NTT ke beberapa titik konsentrasi pengungsi di Kecamatan Malaka Barat yaitu di Desa Rabasa, Umalor, Maktihan, dan melakukan dialog dengan para pengungsi di lokasi pengungsian. Mereka menyampikan Aspirasi tentang banjir, drainase, kemiskinan, serta jalan yang sudah lama tidak juga diaspal yang sudah menjadi masalah serius karena menganggu kelancaran aktivitas ekonomi mereka. Bahkan hasil panen mereka menjadi busuk akibat terendam banjir. “Harus rubah pola pendekatan pembangunan,” tegas Lery.***(R-2) erick@victorynews-media.com

Sumber: www.victorynews-media.com