bantuan-diendapkan
Ilustrasi
Betun - Bantuan kemanusiaan dari para donatur untuk korban banjir luapan Sungai Benanain di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur diendapkan di Kantor Camat Malaka Barat, sehingga membuat warga korban banjir bertambah menderita karena ketiadaan bahan makanan.
"Dalam situasi seperti ini, pemerintahan kecamatan harus tanggap dengan menyalurkan bantuan tersebut kepada para korban, bukan sebaliknya mengendapkan di kantor camat," kata Kepala Dusun Rabasanamon, Desa Rabasahain, Kecamatan Malaka Barat Petrus Bere yang dihubungi dari Kupang, Senin.
Ia mengatakan bantuan yang berasal dari para donatur dalam bentuk beras, makanan siap saji dan uang tunai itu seharusnya segera disalurkan kepada korban banjir yang tengah membutuhkan.
Bantuan kemanusiaan tersebut antara lain dari Pemerintah Kabupaten Belu, PT Telkomsel, Bank NTT dan sejumlah politisi parpol untuk mencari simpati rakyat.
Menurut Petrus, sesuai dengan pengakuan pemerintah kecamatan, bantuan itu akan disalurkan langsung ke masyarakat dengan pola penyaluran terpusat di kantor camat. 
"Itu artinya warga korban bencana harus ke kantor camat. Bisa dibayangkan mereka dalam kondisi sakit dan lapar, harus datang ke kantor camat dengan ojek yang jaraknya hingga mencapai 10 km," katanya.
Seharusnya, kata dia, pemerintah kecamatan memanfaatkan fasilitas dan aparatur yang dimiliki untuk menyalurkan bantuan tersebut, agar bisa segera dimanfaatkan oleh warga korban bencana banjir.
Dia mengatakan, ada sedikitnya 92 kepala keluarga (KK) dengan terpaksa harus tinggal di SDK Rabasa sebagai lokasi pengungsian, karena rumah huniannya rata dengan tanah karena disapu banjir.
"Saya heran bantuan itu mau diapakan, kalau tidak segera dibagikan kepada warga. Bantuan itu kan sudah diperoleh sejak lama," kata Petrus dengan nada tanya.
Dia berharap, pemerintah segera menyelurkan bantuan itu, agar warga bisa manfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhannya. Petrus mengaku, kondisi para pengungsi saat ini sudah sangat parah, karena sudah terserang sejumlah penyakit di antaranya gatal-gatal, disentri dan malaria.
Penjabat Bupati Malaka Herman Nai Ulu yang dihubungi terpisah mengaku belum mendapatkan laporan masyarakat soal pengendapan bantuan kemanusiaan di Kantor Camat Malaka Barat. 
"Jika benar akan saya perintahkan camat untuk segera salurkan bantuan itu," katanya menegaskan.
Dia mengatakan, mekanisme penyaluran bantuan yang diberlakukan adalah, jika bantuan berada di kecamatan, maka aparatur di bawahnya seperti kepala desa dan kepala dusun, akan menjadi pinoer relawan untuk penyaluran bantuan itu kepada warga korban. 
"Jadi warga tidak datang sendiri mengambilnya di kantor camat," katanya dan menambahkan bantuan yang diterima Pemerintah Kabupaten Malaka tidak hanya beras dan makanan siap saji, tapi juga berupa obat-obatan.
"Kita segera salurkan agar bisa dimanfaatkan warga korban banjir," katanya.

Sumber: www.iyaa.com