sawah-teren

Betun - Ribuan hektar lahan pertanian atau perkebunan milik warga di 5 Desa Kecamatan Malaka Barat, DOB Kabupaten Malaka rusak akibat terendam banjir.
Adapun 5 Desa tersebut diantaranya Desa Sikun, fafoe, Oan Mane, Lasaen dan Rabasahain, masing-masing ratusan hektar tanaman siap panen terbawa banjir dan terendam lumpur.
Yohanis, salah satu warga Dusun Becolo, Desa Sikun, Sabtu (6/7/2013) lalu mengemukakan semua lahan pertanian yang sebagian besar siap di panen dan ada yang baru menanam terbawa air akibar banjir. Akibat bencana tersebut, hasil pertanian dan perkebunan tidak bisa di panen untuk kebutuhan warga yang pemilik lahan.
“Kami pasrah saja, karena semua tanaman rusak kena rendam lumpur dan ada juga yang terbawa air karena banjir,” tuturnya.
Dia mengatakan, tanaman warga pertanian itu, ada jagung, umbi-umbian, pisang dan kacang-kacangan tidak bisa dimanfaatkan lagi. Selain itu juga ada pula warga petani lain yang menjadi korban bencana kehilangan ternak-ternak.
“Hampir semuanya habis, ada sawah juga yang terendam lumpur. Selain itu rumah warga juga ada yang rusak berat,” jelas Yohanis.
Sejauh ini di Dusun Becolo, belum dipastikan berapa kerugian baik material maupun pertanian yang dialami warga korban bencana banjir.
Senada diungkapkan Petrus Bria, kepala dusun Rabasanamon, Desa Rabasahain, seluruh lahan pertanian warga Desa Rabasahain tak terkecuali Dusun Namon rusak akibat terendam banjir dan lumpur.
“Semuan lahan pertanian warga rusak karena banjir, hanya sampan milik warga nelayan masih tetap ada,” ucap Bria.
Dia mejelaskan, selain Dusun Namon hampir sebagian besar kerusakan lahan pertanian atau perkebunan terjadi pada desa-desa tetangga lainnya yang terkena bencana banjir.
Warga berharap, selain bantuan kebutuhan yang disalurkan bagi warga korban bencana, dapat disediakan juga atau disalurkan bantuan berupa bibit tanaman pertanian seperti jagung dan padi. Sehingga warga bisa kembali menanam bibit tersebut sebagai pengganti hasil yang telah rusak.
“Kami minta agar dari pemerintah bisa bantu juga dengan bibit pertanian kami yang sudah rusak dan terbawa banjir,” pintanya.

Sumber: www.beritanda.com