Tiga Sekolah Dasar belum Bisa KBM

Betun - Tiga sekolah dasar (SD) di Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka masing-masing SDI Beilout, SDK Umatoos, dan SDK Loomota pada hari perdana sekolah, Senin (15/7) belum bisa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Di SDK Umatoos seluruh bangunan sekolah menjadi aliran permanen banjir Benanain, SDI Beilout lokasi sekolahnya tidak bisa diseberangi, karena letaknya diapit dua anak sungai dan di SDK Loomota masih dilakukan pembersihan di kelas dan para siswa masih mengungsi di SDK Kaberan Rai Desa Umalor.
Sementara itu, di SDK Kaberan Rai, para siswa belum bisa melakukan KBM karena, seluruh ruangan masih ditempati pengungsi banjir Benanain asal Loomota, Desa Umatoos, sehingga tidak ada aktivitas KBM hari pertama masuk sekolah. Untuk mengatasi hal itu pengungsi diberi kesempatan selama dua minggu supaya bisa kembali ke kampung atau mencari tempat baru sebagai tempat pengungsian bila masih ada banjir bandang.
Camat Malaka Barat Anselmus Nahak mengatakan hal itu kepada VN usai mengikuti rapat di kantor Bupati Malaka di Webua, Senin (15/7).
Menurut dia, SD yang tidak bisa melakukan KBM adalah SDK Umatoos dan SDI Beilout, karena kedua sekolah itu kondisinya sangat parah usai diterjang banjir bandang Benanain.
“Lokasi SDK Loomota bisa difungsikan untuk KBM, tetapi di halaman sekolahnya masih penuh lumpur sehingga sangat tidak kondusif untuk KBM. Lagi pula sebagian besar siswa SDK Loomota saat ini masih mengikuti orangtuanya mengungsi di SDI Kaberan Rai, sehingga untuk KBM masih terganggu. Siswa SDI Kaberan Rai juga tidak bisa melakukan KBM karena semua ruangan kelas difungsikan untuk menampung pengungsi,” ujarnya.
Menurutnya, untuk mengatasi kondisi itu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepala sekolah, sehingga bisa mencari tempat yang aman guna pelaksanaan KBM.
“Kita bisa membuka sekolah tenda dengan memanfaatkan beberapa tenda yang sekarang ada di kantor camat Malaka Barat dan berkoordinasi dengan Pemkab Malaka untuk dicarikan pemecahannya,” jelas Anselmus.
Kades Umatoos Andreas Nahak kepada VN mengatakan, untuk menggunakan gedung sekolah di Desa Umatoos sebagai tempat KBM harus dipikir ulang karena situasinya tidak kondusif, dimana semua ruangan masih aktif dialiri banjir dan penuh endapan lumpur.
“Kita harus pertimbangkan faktor keamanan siswa sehingga untuk melaksanakan KBM di sekolah harus dibatalkan dulu sembari dicarikan alternatif lain. Kita sudah usulkan untuk dibuka sekolah tenda sehingga aman dan memudahkan pengontrolan terhadap siswa,” kata Andreas.
Akibat luapan Sungai Benanain, bulan Juni lalu, 25 desa di tiga kecamatan dalam Kabupaten Malaka tergenang air dan lumpur.

Sumber: www.victorynews-media.com