Universitas PGRI Peduli Korban Banjir

Betun - Civitas Akademika Universitas PGRI NTT menyerahkan bantuan program peduli bencana Benanain bagi warga yang terpusat di SDI Kaberan Rai, Desa Umalor, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Selasa (9/7). Penyerahan bantuan itu disaksikan Penjabat Bupati Malaka Herman Nai Ulu, Camat Malaka Barat Anselmus Nahak, para kepala desa korban banjir serta Pastor Paroki Besikama Romo Pius Nahak,Pr.
Bantuan bagi warga korban banjir itu diserahkan langsung Rektor Universitas PGRI NTT Semuel Haning kepada empat koordinator posko bencana di SDI Kaberan Rai, Posko SDK Rabasa, Posko Kakeularan, Posko Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Malaka Barat.
Semuel Haning mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk dukungan konkret civitas akademika Universitas PGRI NTT terhadap seluruh warga yang terkena bencana di Malaka Barat.
“Kami datang ke sini dengan hati yang tulus untuk membantu warga yang sangat menderita karena bencana banjir Benanain,” tegas Samuel.
Semuel menambahkan, Universitas PGRI NTT lahir untuk seluruh masyarakat NTT, termasuk Kabupaten Malaka yang saat ini dilanda banjir Benenain. Kegiatan ini merupakan gerakan pulang kampung untuk membantu saudara-saudara dan keluarga yang menderita akibat banjir.
“Yang kami lakukan saat ini merupakan sebuah wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa bencana,” kata Samuel Haning.
Penjabat Bupati Malaka Herman Nai Ulu mengatakatan, persoalan banjir Benanain tetap menjadi perhatian Pemkab Malaka.
Bahkan Pemkab Malaka sudah membuat pernyataan tertulis dan dikirimkan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat, supaya bisa membantu warga korban banjir melalui program emergency sambil mencari langkah-langkah konkrit untuk mengatasi persoalan banjir di Malaka.
Nai Ulu memberikan apresiasi terhadap kepedulian lembaga pendidikan korban banjir. “Ini baru yang pertama kali terjadi di Malaka ada lembaga pendidikan yang datang melihat dari dekat kondisi warga korban banjir serta memberikan perhatian sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang menderita,” tegas Nai Ulu.
Kepala Desa Umatoos Andreas Nahak mengatakan, kehadiran civitas academika Universitas PGRI NTT di lokasi bencana menandakan, lembaga pendidikan tinggi ini memiliki kepekaan terhadap warga yang terkena bencana. Dia berharap, mentalitas kepedulian kepada sesama dapat menjadi bagian integral dalam kurikulum, sehingga mahasiswa tidak hanya dijejali dengan ilmu dan pengetahuan.
Anton Nahak salah seorang korban Benanain merasa haru dengan apa yang dilakukan Univeristas PGRI NTT. Menurut dia, bukan masalah bantuannya tapi kehadiran di saat kami susah, itu nilainya lebih tinggi dari bantuan yang diberikan.

Sumber: www.victorynews-media.com